Jaket Putih dan Pertemuan yang Menciptakan The Joker

Oleh: merak   |   April 21, 2019
Diantara tiga nama yang dikreditkan sebagai kreator The Joker: Bob Kane, Bill Finger, dan Jerry Robinson, mungkin peranan yang paling penting saat itu adalah Robinson, selaku konseptor pertama wajah badut ini. Segala proses yang menuntun mereka sampai kemunculan The Joker pada Batman #1 (1940), bermula dari pertemuan Robinson dan Kane. Pertemuan mereka merupakahan sebuah kebetulan, dan jika hal ini tidak terjadi mungkin Joker tidak akan pernah ada atau dikenal seperti sekarang.

Setelah lulus SMA pada usia 17 di tahun 1939, Robinson sebenarnya lebih tertarik menjadi jurnalis. Dia diterima di tiga universitas dan akhirnya memilih Syracuse University. Untuk membiayai semester pertamanya, dia berjualan es krim dengan sepeda yang membantunya menghasilkan $17 per minggu. Di lain waktu ia juga suka menghabiskan waktunya bermain tenis di kampus Princeton. Ibunya khawatir uang yang dia hasilkan saat itu tidak bisa mencukupi kehidupannya di semester pertama dan ditambah kebutuhan lainnya, lalu ia membujuk Robinson untuk mengambil perkerjaan di kota yang menghasilkan $25.
Jaket Putih dan Pertemuan yang Menciptakan The Joker
Jaket Putih dan Pertemuan yang Menciptakan The Joker
Jerry Robinson
Jadi, pergilah Robinson memulai pekerjaan barunya di sebuah resort. Di hari pertama, setelah pekerjaannya selesai, ia segera menuju ke sebuah lapangan tenis di sana. Saat itu, kebetulan dia sedang memakai jaket putih yang biasa dipakai seniman yang ia beli di sebuah toko cat. Sedang tren saat itu untuk menghiasi jaket tersebut dengan gambaran, dan Robinson yang saat SMA adalah seorang kartunis untuk majalah sekolahnya juga mendekorasi miliknya dengan gambar kartun.

Saat mencari pasangan bermain di lapangan tenis, ada seseorang yang menepuk pundaknya, dan bertanya, “Siapa yang menggambar itu?”. Mulanya, Robinson berpikir akan ditangkap, kemudian ia menjawab, “Aku,” dan orang itu bilang, “Yah, tidak terlalu buruk.”

Setelah itu dia pun memperkenalkan dirinya sebagai Bob Kane dan singkat cerita mengajak Robinson untuk membantunya mengerjakan komik Batman. Kane menunjukannya komik Detective Comics #27. Sebenarnya Robinson tidak terlalu terkesan dengan komik tersebut, tetapi karna Kane menawarinya gaji $25 per minggu, ia pun setuju untuk bekerja dengannya. Dan dari sana, karir Robinson di industri komik pun dimulai.

Selama bekerja dengan Kane, Robinson sering bekerja di apartemen milik Kane dan berdiskusi bersama saat makan siang atau malam. Selama belajar, ia menemukan bahwa beberapa karakter penjahat dibuat berdasarkan kontradiksi terhadap pahlawan yang menjadi musuh mereka. Maka untuk menyaingi keseriusan Batman, ia memikirkan karakter yang memiliki selera humor. Yang pertama kali terpikirkan olehnya adalah nama: The Joker, kemudian ia teringat dengan badut (Joker) di kartu remi yang biasa dia bawa saat itu.
Jaket Putih dan Pertemuan yang Menciptakan The Joker
Sketsa pertama dari The Joker adalah kartu yang menggambarkan badut periang tetapi juga jahat, sorot mata dan senyumnya sengaja ia buat terlihat mengancam. Dia pun menunjukan sketsa tersebut kepada Bob Kane dan Bill Finger. Saat melihat sketsa tersebut, Finger teringat akan Conrad Veidt, aktor Jerman yang memerankan tokoh Gwynplaine di film bisu The Man Who Laughs (1928), yang merupakan adaptasi dari buku karangan Victor Hugo dengan judul yang sama. Kala itu, Finger memang menyukai film-film asing.

Secara penampilan, karakter Gwynplaine memang sangat mirip dengan Joker. Dikisahkan di film, mulutnya dibedah dan diukirlah sebuah senyuman yang permanen di wajah tersebut. Di film itu juga ia bekerja sebagai badut keliling, namun alih-alih menjadi jahat macam Joker, Gwynplaine adalah seorang baik hati yang sedih karna orang-orang akan tertawa hanya dengan melihat wajahnya.

Finger pun menunjukan foto Gwynplaine di salah satu buku yang ia miliki dan berkata, “Inilah Joker.” Kemudian mulailah mereka mengerjakan karakter badut tersebut yang kelak muncul pertama kali dalam Batman #1 tahun 1940. Finger berperan sebagai penulis, Kane mengerjakan ilustrasi, dan mereka juga menambahkan sketsa kartu The Joker milik Robinson dalam komik tersebut.

Sayangnya Bob Kane hanya mengakui dirinya dan Bill Finger sebagai kreator dari karakter ini. Saat diwawancarai oleh Frank Lovece pada 1994, ia mengatakan, “Aku dan Bill Finger yang menciptakan Joker. Bill adalah penulisnya. Jerry Robinson mendatangiku membawa kartu Joker (sketsa yang dibuat Robinson). Begitulah aku mengingatnya. Tapi dia (Joker pada sketsa tersebut) terlihat mirip dengan Conrad Veidt — kau tau, pemeran di The Man Who Laughs. Jadi Bill Finger memiliki buku dengan foto Conrad Veidt dan menunjukanya padaku dan berkata, ‘Inilah Joker.’ Jerry Robinson sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini. Tapi dia akan selalu bilang dia yang menciptakannya sampai mati. Dia membawa kartunya (sketsa tersebut), yang mana kita pakai untuk beberapa issue sebagai kartu miliknya (The Joker).”
Jaket Putih dan Pertemuan yang Menciptakan The Joker
Condrad Veidt sebagai Gwynplaine dalam The Man Who Laughs (1928)
Joker muncul pertama kali dalam Batman #1 pada 1940. Panel-panel awal dalam komik itu juga menginspirasi salah satu rencana Joker pada The Dark Knight (2008) saat mengancam membunuh walikota Gotham. Pada Batman #1, sebenarnya diceritakan bahwa Joker akan mati akibat luka dari pisau yang ia ayunkan sendiri, namun salah satu editor melihat potensi lain dari karakter ini akhirnya menyarankan untuk membuatnya selamat dari luka tersebut.

Sebuah kebetulanlah yang menjadi awal kenapa karakter Joker bisa ada. Seandainya saat itu Robinson tidak memakai jaket dengan gambarannya, maka Kane tidak akan menawarinya pekerjaan. Tanpa Robinson, Kane dan Finger mungkin tidak akan pernah menggunakan badut sebagai musuh di kisah Batman, dan tanpa Joker mungkin Batman tidak akan menjadi Batman seperti yang kita tau. Sayangnya, jaket putih legendaris tersebut sudah rusah akibat dimakan usia dan berpindah tangan secara turun-temurun.
Jaket Putih dan Pertemuan yang Menciptakan The Joker

Tampilkan Komentar