Trilogi Eastrail 177: Semua Demi Membuktikan Teori

Oleh: merak   |   Januari 26, 2019
Unbreakable adalah film muasal seorang super-vigilante bernama David Dunn, yang kemudian diberi alias The Overseer. Split adalah kisah muasal seorang pembunuh berantai bernama Kevin Wendell Crumb, yang diambil alih oleh sepuluh kepribadian lainnya yang menamakan diri mereka The Horde, dipimpin oleh The Beast. Namun Glass bukan sebuah kisah muasal atau origin, ini hanyalah kisah penyambung dari kedua film sebelumnya untuk membentuk sebuah konklusi, tapi bersamanya juga trilogi ini membentuk sebuah prolog dan origin yang baru.

Sebelum Elijah mati, dia mengoreksi ibunya yang berpikir bahwa ini adalah bagian showdown dari cerita komik pada edisi terbatas, Elijah mengoreksinya dengan mengatakan bahwa ini bukan kisah dalam edisi terbatas, melainkan sebuah origin story, kisah awal dari sesuatu.

Tapi kenapa Elijah berpikir seperti itu?
Unbreakable Split Glass Eastrail 177 MERAK
Padahal film ini tidak menyajikan pembentukan karakter yang baru, tidak antagonis, maupun protagonis. Bahkan ini bukan kisah muasal dari kelompok rahasia yang diungkap diakhir film. Dr. Staple menjelaskan kelompoknya sudah bekerja selama lebih dari 10.000 tahun, dan sekali lagi, film ini tidak menjelaskan kisah muasal kelompok ini, identitasnya pun hanya diberitahukan secara tidak langsung dengan tato clover yang dimiliki anggotanya.

Kelompok rahasia tersebut sudah bekerja dengan baik selama lebih dari 10.000 tahun, seperti yang dikatakan Dr. Staple, untuk menyembunyikan keberadaan manusia-manusia luar biasa, atau ‘dewa’ dari penggambaran sang dokter, dari pandangan publik. Dari sini kita bisa tahu motif sebenarnya ketiga pasien dikumpulkan di Raven Hill.

Dr. Staple diberi tugas untuk melenyapkan keberadaan manusia-manusia super ini, David dengan kekuatan luar biasanya dan kemampuan melihat masa lalu seseorang dengan menyentuhnya, Elijah dengan kemampuan kognitifnya yang luar biasa, dan Kevin dengan identitas The Beast-nya yang berkemampuan layaknya binatang: bisa memanjat dan luar biasa kuat.

Metode pertamanya adalah melenyapkan kepercayaan mereka akan kemampuan mereka. Dengan kemampuan persuasi seorang psikiatris, dia mencoba meyakinkan mereka bahwa kemampuan mereka masih bisa dijelaskan oleh sains dan tidak di luar akal sehat. Dalam salah satu kilasan balik dari ingatan Dr. Staple, dia mempresentasikan metodenya ini dihadapan kelompoknya dan mendeskripsikannya sebagai metode yang lebih manusiawi, yang hanya bertujuan untuk melenyapkan identitas super atau keyakinan individu tanpa harus membunuhnya. Dan seperti yang ditunjukan dalam film, hanya 2 dari 3 pasien yang mulai goyah keyakinannya akibat metode pertama.

Kegoyahan David ditunjukan dalam film dengan dirinya yang sedang bersandar di kamarnya, bersama pantulannya dari kaca, denga mata yang berkaca-kaca. Jujur, saya agak kurang mengerti kenapa dia harus seemosional itu saat dia meragukan kemampuannya supernya. Sementara keraguan Kevin, diwakili oleh Ny. Patricia yang mulai kehilangan keyakinannya akan The Beast saat dikunjungi oleh Elijah di kamarnya. Keesmosionalan Ny. Patricia didasari pada kekecewaanya yang selama ini mempercayai The Beast sebagai seorang revolusioner dan bentuk evolusi manusia, ternyata bisa dinarasikan sebagai manusia kuat dalam batas wajar saja oleh Dr. Staple.

Hanya Elijah yang benar-benar yakin dengan pemahamannya.

Elijah yang dalam salah satu dialognya mengakui bahwa dia hampir diyakinkan bahwa dia gila, melihat harapan baru untuk membuktikan teori komiknya saat mengetahui keberadaan The Beast dalam tubuh Kevin, dan singkat cerita, membuat kesepakatan dengan The Horde untuk bekerja sama. Saat bagian pelarian di lorong, bisa kita lihat juga bahwa Ny. Patricia sudah kembali mempercayai kemampuan The Beast sebagai hasil evolusi manusia berkat Elijah.

Secara tidak langsung, Elijah juga berhasil meyakinkan David akan kemampuan supernya. David yang merasa bertanggung jawab untuk menghentikan rencana kedua pasien lainnya, terpaksa membuktikan kekuatan supernya sendiri saat mendobrak pintuk kamarnya yang terbuat dari logam yang tebal. Saya ulangi lagi, mendobrak, tangan kosong tanpa bantuan alat.

Singkatnya lagi, pertarungan antara The Beast dan The Overseer pun terjadi di halaman rumah sakit, sementara Mr. Glass sudah sekarat akibat pukulan The Beast, saat diberitahu bahwa Elijah bertanggung jawab atas kematian ayahnya Kevin.

Di bagian final ini, Dr. Staple menggunakan metode kedua miliknya, sebuah rencana B, rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan rencana A, yang ternyata memang gagal.

Di metode kedua, Dr. Staple akhirnya melenyapkan individunya secara langsung. The Beast ditembak oleh penembak jitu saat Kevin mengambil alih kesadarannya, The Overseer dibenamkan kepalanya ke dalam kubangan air sampai mati, dan Elijah yang tewas karna luka parah akibat pukulan The Beast.

Dari Glass, kita bisa melihat bahwa trilogi ini belum berfokus pada narasi baik dan jahat layaknya film pahlawan super. Bahkan, The Overseer yang menjadi sosok pahlawan disini masih dikreditkan sebagai karakter vigilante.

Tanpa sepengetahuan Dr. Staple, Elijah berhasil mengirimkan rekaman CCTV Raven Hill ke tiga orang kerabat masing-masing pasien, yaitu ibunya, Joseph, dan Casey. Bersama, ketiganya menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial, untuk memberikan pembenaran terhadap keberadaan manusia super kepada publik.

Sejak awal, bahkan dari film Unbreakable, tujuan Mr. Glass hanyalah ingin membuktikan kebenaran teori komiknya. Bahwa sebenarnya komik adalah bentuk sejarah yang pernah dialami seseorang, bahkan sejak zaman Mesir kuno, yaitu sebuah pengetahuan yang diberikan turun-temurun melalui gambar, namun sudah dirusak akibat pengaruh komersil dan kini hanya menjadi sebatas hiburan.

Kemampuan super David Dunn dan Kevin Crumb membuktikan sepertiga teorinya tersebut, yaitu keberadaan manusia super di dunia nyata. Dirinya sendiri, sebagai tokoh yang berlawanan dengan  David Dunn, menambahkan sepertiga pembenaran lainnya, yaitu pahlawan super memiliki lawan utama yang merupakan kebalikan dari pahlawan super itu sendiri, layaknya cerita komik mainstream. Dan sepertiga terakhir diberikan dalam film Glass, bahwa ada kelompok rahasia yang mencoba menyembunyikan fenomena ini dari pandangan publik.

Bersama ketiganya, teori komik milik Elijah terbukti benar adanya. Sejak awal, semuanya adalah bagian terencana dari rencana Elijah, seorang mastermind, bahkan termasuk bagian-bagian yang tidak terencana lainnya. Trilogi ini hanya menjadi prolog untuk terbentuknya realita yang baru. Dunia nyata yang menerima keberadaan manusia super, menerima dalam artian percaya bahwa ada orang-orang tertentu yang memang memiliki kemampuan di luar nalar. Dan seperti yang dikatakan Elijah, ini adalah sebuah origin dari dunia baru itu.

Glass sama sekali bukan film yang istimewa kalau dibandingkan dengan dua film sebelumnya, plotnya sudah tidak asing meskipun masih asik dengan beberapa twist-nya. Kekurangan lainnya, termasuk beberapa adegan yang canggung dan pertanyaan-pertanyaan tak terjawab, sekilas akan tertutupi oleh performa luar biasa para pemainnya, terutama James McAvoy tentunya. Peran Glass hanya menjadi penyambung antara dua film sebelumnya dengan potensi film berikutnya di jagad miliknya sendiri, dan sebenarnya, sama sekali tidak spesial.


Tampilkan Komentar