Kenapa Penggemar DC Bisa Santai Kalo Dikatain Penggemar Marvel?

Oleh: merak   |   Januari 18, 2019
Saya punya banyak teman yang menggemari Marvel, ada yang memang menggemari, ada yang hanya menjadi penikmat, dan ada juga yang musiman, intinya banyak.

Ada satu orang teman saya yang benar-benar suka Marvel. Dia udah ngikutin MCU sejak Iron Man, dan suka juga nonton animasi, sampe baca trivia-trivianya di internet. Manusia ini juga suka banget ngejekin DC, selaku saingan Marvel, dengan hinaan tak kreatif macam ‘DC mah terlalu dark’, ‘DC karakternya OP’, ‘DC filmnya jelek’, dan kutipan lainnya yang saya yakin dia dapet dari komentar orang sepertinya di internet.

Tapi lucunya, saya sebagai orang yang lebih menggemari DC, ga merasa terhina dengan ejekan-ejekan itu. Kadang malah saya ikutan ketawa atau justru nambahin kekurangan dari DC. Saya tau saya bisa ngalahin argumen dia karna saya lebih mengikuti dunia komik dan film dibanding dia, tapi enggak saya lakukan karna saya juga tau kalo debat komik yang terlalu serius bisa setegang debat politik bahkan debat agama, kadang ada yang sok bawa-bawa ‘tuhan’ dari masih-masing publisher, nanti malah makin repot.

List di bawah ini bisa dibilang uraian kenapa saya, dan banyak penggemar DC  lainnya, adem ayem aja nanggepin hinaan tak berargumen seperti yang dilontarkan teman saya itu. Perlu diingat juga, ini hanya sebatas opini saya dan tidak mewakili semua penggemar.

1. Penjualan komik 10 tahun terakhir masih aman-aman aja

Kalian bisa membuka Comichron untuk melihat data penjualan komik-komik di Amerika, dan saya sudah merangkum data yang diberikan Comichron untuk melihat publisher mana yang paling sering mendominasi Top 5 Best Selling (dari distributor ke toko komik di Amerika Utara) tiap bulannya dalam setahun. Data yang saya ambil dimulai dari Januari 2008-Desember 2017 (10 tahun terakhir).

PENDOMINASI KOMIK TOP 5 (COMICHRON)
TAHUN PENDOMINASI PRESENTASE
2008 MARVEL 81,7%
2009 DC 51,7%
2010 DC 68,3%
2011 DC 61,7%
2012 DC 58,3%
2013 DC 53,3%
2014 MARVEL 55%
2015 MARVEL 73,3%
2016 DC 51,7%
2017 DC 63,3%

Hasilnya, sebagian besar Top 5 didominasi oleh judul-judul komik DC (perlu diingat juga hasil bisa berubah jika data yang diambil itu lebih dari lima, tapi karna hanya untuk sebagai gambaran, saya hanya mengambil 5 besarnya saja). Lebih jelasnya liat disini.

Meski begitu, rekor penjualan single issue komik tertinggi masih dipegang oleh Marvel, dengan X-Men Vol 2 #1 terbitan 1991 yang terjual sebanyak 8.186.500 kopi. Sementara untuk seri komik, masih dipegang oleh Superman yang terjual hingga lebih dari 600 juta kopi sejak 1938 (ini wajar karna Superman adalah pionir komik pahlawan super).

Sebagai penggemar komik, saya juga banyak mengikuti judul-judul terbitan DC. Favorit saya adalah Blackest Night, Darkseid War, dan yang lebih baru adalah Batman Rebirth serta White Knight.

DC juga lagi ngerjain seri komik yang tergabung di imprint DC Black Label, yang isinya menargetkan ke pembaca yang lebih dewasa. Ada judul Batman: Damned, Last Knight on Earth, Three Jokers, Superman: Year One, dan beberapa judul lainnya yang diterbitkan ulang di bawah imprint ini.

2. Ga seburuk itu dalam produksi live-action

Semua orang tau untuk bagian film, Marvel dengan MCU-nya masih jauh memipin dibandingkan DC. Meski begitu, penggemar DC masih tidak akan mau kalah kalau diajak berdebat soal film superhero terbaik, The Dark Knight. Seri Batman buatan Nolan, atau yang lebih sering disebut Nolan’s Trilogy, masih dianggap sebagai seri adaptasi komik terbaik sampai saat ini.

Selain memiliki The Dark Knight yang memiliki rating 9.0 (saat tulisan ini dibuat), DC juga punya kisah terbaik lainnya, Watchmen dan V for Vendetta. Kedua film ini bisa dibilang underrated dalam kategori adaptasi komik, karna masih belum terlalu dikenal oleh masyarakat umum (kalo dibandingkan dengan film adaptasi komik populer kaya Avengers atau Justice League), terutama di Indonesia. Padahal, dua kisah ini diangkat dari salah dua graphic novel terbaik seorang Alan Moore, yang namanya udah mendunia di kancah penulisan komik.

Untuk serial tv, DC juga secara umum bisa dibilang lebih baik dari Marvel. Seperti Arrow, The Flash, Supergirl, dan Legends of Tomorrow yang tergabung di Arrowverse. Meski kadang dramanya serasa berlebihan atau kekurangan lainnya, serial tersebut masih bisa bertahan sampai sekarang. Ada juga Gotham yang jadi favorit saya, dan Lucifer yang katanya bagus, meskipun belum saya tonton.

Kemarin DC juga udah meluncurkan DC Universe, platform streaming semacam Netflix. Seri yang yang sudah dirilis adalah Titans, yang meskipun agak melenceng dari komik, pada akhirnya ditanggapi dengan baik. Disusul nanti oleh Doom Patrol, Harley Quinn (animated), Swamp Thing, dan judul lainnya.

3. Secara umum, seri animasinya lebih banyak diminati

Dalam animasi, DC engga hanya menyasar target anak-anak tapi juga dewasa. Beberapa film animasi milik DC mengandung adegan dewasa, baik itu seks maupun sadis, meski kadang hanya ditunjukan secara eksplisit. Jadi ga heran lebih banyak orang yang lebih tertarik menonton serial animasi DC dibanding Marvel, meski sebenarnya ini kembali ke selera masing-masing.

Karakter yang paling sering dijadikan judul animasi tentu saja Batman dan Superman, tapi saya bisa jamin, hampir semuanya worth it buat ditonton dan ga cuman jadi pengumpul uang buat DC, terutama Batman. Salah satu yang paling menarik adalah Batman Ninja, yang menggabungkan komik Amerika dengan gaya animasi 3D Jepang. Belum lagi karya-karya Bruce Timm yang di DC Animated Universe (DCAU).
Kenapa Penggemar DC Bisa Santai Kalo Dikatain Penggemar Marvel? Merak
Young Justice juga 2019 nanti akan memulai musim ketiganya. Tapi saya ga ngikutin sih.

Bukan berarti Marvel ga punya animasi yang bagus ya, meskipun dalam serial animasinya bisa dibilang kurang maksimal, jangan lupa mereka digandeng sama dua studio animasi raksaksa: Disney dan Sony, yang bikin Big Hero 6 dan Into the Spiderverse.

4. Punya karakter yang lebih ikonis

Saya rasa kita bisa sepakat, untuk menganggap Superman sebagai ikon pahlawan super sejak dulu sampai sekarang. Superman adalah tokoh yang mempopulerkan cerita pahlawan super, pahlawan berjubah, simbol di dada, dan penamaan tokoh pahlawan dengan akhiran ‘man’.

DC juga punya Batman, yang terkenal dengan peralatan canggih, kendaraan bertema dirinya sendiri, dan ikon pahlawan tanpa kekuatan super yang lebih super dari kawan supernya sendiri, juga tokoh pahlawan yang paling skeptis. Ada juga Wonder Woman yang udah menjadi ikon pahlawan super wanita, bersaing dengan Supergirl.

Tokoh villain yang paling lain dari yang lain pun masih dimiliki DC. Tokoh penjahat yang konsepnya susah ditemuin di cerita, film, game, atau komik lainnya selain di DC. Badut yang bahkan lebih ditakuti dari dewa. The Joker, badut yang paling ditakuti sejagat DC. Saya ga perlu menjelaskan banyak hal tentang dia, yang pasti dia adalah mahakarya terbaik DC bagi saya.

Meskipun begitu, sudah bukan rahasia lagi kalo Marvel dan DC sering menyontek karakter satu sama lain. Kalian mungkin pernah liat karakter yang mirip secara penampilan seperti Deathstroke dengan Deadpool, Thanos dengan Darkseid, Grundy dengan Hulk, atau yang punya kehidupan yang hampir mirip kaya Batman dengan Moon Knight. Hal seperti ini wajar di dunia kreatif jadi sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan.

5. Games

Untuk yang ini, saya tidak akan menganggap gim gratisan dari kedua pihak, karna gim gratisan wajar dimainkan dan disukai banyak orang.

Untuk waktu yang lama, DC menduduki posisi yang tinggi dalam kategori gim dari komik dengan seri Arkham-nya. Lanskap kota Gotham yang gelap dan suram bener-bener jadi ciri khas buat gim ini. Karakter-karakter ikonis kota Gotham pun dibuat dalam versi yang lebih dark. Cerita baru dan grafis yang enak diliat juga jadi salah satu alasan gim ini dapat kritik yang positif selama bertahun-tahun. Pemain bisa loncat-loncatan, gelut, naik Batmobile, dan nyelesein misi utama dalam gim yang hanya berlatar semalaman ini.

Ada juga Injustice yang mengangkat cerita kediktatoran Superman yang udah merilis sekuel dari gim pertamanya. Lagi-lagi karakternya dibuat dengan gaya yang berbeda.

Marvel juga udah mulai mencoba mengejar DC dengan Spiderman yang rilis di PS4. Dan seperti yang kita tahu mereka sangat-sangat berhasil karna sukses baik dari segi pendapatan maupun review dari pemainnya. Kalo boleh berharap, dari Marvel, saya masih nunggu mereka bikin gim Iron Man, sementara dari DC saya berharap ada gim Superman yang mengizinkan mass-destruction selama bermain, bayangin!

6. Orang-orang hebatnya

Banyak orang-orang hebat yang pernah ngambil bagian dalam produksi DC Comics (iya Marvel juga, tapi ini kan ngebahasnya soal DC).

Dalam produksi komik, DC pernah kerjasama dengan Alan Moore, yang sukses dengan Watchmen dan V for Vendetta-nya, ada juga Paul Dini yang juga ikut ambil bagian dalam produksi animasi, dan penulis-muda-berbakat, Tom King, yang sukses dengan Mister Miracle dan seri Batman Rebirth-nya meskipun ga jadi nikahin Batman, sialan.

Jim Lee, komikus senior yang sekarang jadi Co-Publisher-nya DC, adalah artist yang kalo nyoret-nyoret aja udah keliatan kaya mahakarya.

Ada juga Bruce Timm yang udah banyak ngasih tontonan seru buat anak-anak. Ada Geoff Johns yang lagi sibuk ngurusin DC Universe dan film layar lebar DC lainnya.

Sutradara sekelas Zack Snyder, dan Christopher Nolan juga pernah ngasih berkah ke DC dengan Watchmen, Man of Steel, dan Nolan Triloginya. Ada juga Patty Jenkins dengan Wonder Woman-nya, dan yang paling baru James Wan dengan Aquaman-nya. Belum lagi Steven Spielberg, yang nanti ikut gabung dengan proyek Blackhawk-nya.

Jack Kirby, seorang legenda yang paling berpengaruh di dunia komik modern Amerika, sekaligus kreator dari Captain America serta Fantastic Four, juga pernah ngasih berkah ke DC dengan kisah Fourth World-nya. Dari kisah pertempuran dua dunia antara New Genesis dan Apokolips itu, karakter-karakter ikonis pun muncul dan masih eksis sampai sekarang, seperti Darkseid, Orion, Mister Miracle, Highfather, Big Barda, Metron, dll.

Banyak yang beranggapan, termasuk saya sendiri, kalau kesuksesan DC di bidang ini-itu tertutupi oleh kesuksesan besar Marvel dengan cinematic universe-nya, dan itu jadi alasan kenapa penggemar komik, terutama penggemar baru Marvel yang baru ngikutin MCU tapi kesannya kaya pemuja, nganggep DC tersiksa ditimpa kesuksesan MCU. Padahal enggak.

Jadi ya intinya, kedua rival ini saya rasa berhak mendapatkan pujian atas kesuksesan mereka di segala bidang, dan masalah rivalitas juga hal yang wajar di industri apapun dan penggemar sebenarnya ga usah repot-repot merendahkan satu sama lain hanya untuk mendukung publisher favoritnya.

Yang penting jangan lupa nonton Avengers: Endgame yang rilis April 2019 nanti, sama Joker-nya Joaquin Phoenix yang kayanya bakal menjanjikan (kalo diliat dari leaked-nya sih).

Sebagian besar hanya opini saya, beberapa data diambil dari Wikipedia dan Comichron, mungkin ada juga situs lainnya, tapi saya lupa.


Tampilkan Komentar