Kisah Lengkap Menara Tesla, yang Katanya, Dapat Menghasilkan Energi Listrik Gratis

Oleh: merak   |   Desember 31, 2018
Nikola Tesla adalah seorang jenius yang menguasai 8 bahasa, memegang 300 paten, dan penemu teknologi arus bolak-balik yang masih digunakan sampai sekarang. Karna temuan itu, pernah pada tahun 1880-an, terjadi persaingan besar-besaran antara Tesla dan Thomas Alva Edison yang dikenal sebagai “The War of the Currents”, sebuah persaingan dagang antara arus searah (DC) milik Edison dan arus bolak-balik (AC) milik Tesla.

Diantara temuan dan gagasannya yang luar biasa, pernah dicetuskan sebuah solusi energi listrik gratis, mampu memasok listrik ke benda elektrik manapun tanpa perantara kabel (wireless) ke seluruh dunia. Sebuah gagasan yang sering digunakan oleh pegiat teori konspirasi untuk menyerang Elite Global, julukan yang mereka gunakan untuk menggambarkan organisasi rahasia para kontrolir dunia.

Memang benar Tesla pernah mencetuskan ide yang visioner tersebut, Wardenclyffe nama proyeknya, tapi apakah dia berhasil mewujudkan gagasannya itu? Sayangnya tidak.

Kisah Wardenclyffe, menara yang diklaim Tesla dapat menghasilkan listrik gratis untuk seluruh dunia (1900-1917)

Juni tahun 1900, Tesla menerbitkan artikel berjudul “The Problem of Increasing Human Energy” lewat majalah The Century Magazine. Poin utama dari artikel sensasionalnya itu adalah menciptakan mesin yang mampu dikendalikan tanpa kabel (wirelessly).

Adalah J.P. Morgan (selanjutnya disebut Morgan), salah seorang paling berpengaruh di masa itu dan juga salah satu pembaca artikel tersebut. Tertarik dengan gagasannya, Morgan mengundang Tesla untuk membicarakannya.

Skema yang diajukan Tesla adalah “World Wireless System”, sebuah sistem transmisi yang mampu mengirimkan berbagai informasi secara instan ke seluruh dunia (seperti Internet). $150.000 diberikan Morgan sebagai pendanaan proyek besar tersebut.

Di New York lah proyek itu dibangun, tepatnya di Shoreham, Lond Island. Sebuah menara setinggi 57 meter yang dinamakan Wardenclyffe beserta laboratoriumnya.

Tesla sempat melakukan kesalahan saat membuat desain awal proyek ini, akibatnya ia memerlukan biaya tambahan lagi. Tesla mencoba menghubungi Morgan kembali untuk meminta dana tambahan, namun sang investor tidak menanggapi pesannya dengan segera.

Hal ini dikarenakan saat itu, 12 Desember 1901, dunia sedang dibuat takjub dengan pencapaian Marconi (yang kelak memenangkan Nobel atas radio temuannya), ia berhasil mengirimkan sinyal berisi huruf “S” dari Cornwall (Inggris) menuju Newfoundland (Kanada) melintasi Atlantika. Menanggapi kesuksesan Marconi ini di kemudian hari, Tesla mengklaim Marconi telah menggunakan 17 patennya tanpa izin dalam transmisi tersebut.

Meskipun begitu, tetap saja, kesuksesan Marconi dengan transmisinya membuat kredibilitas Tesla dihadapan Morgan tercoreng. Ketika Tesla mendatangi Morgan untuk meminta dana tambahan, dia lalu mengatakan rencana sebenarnya dari proyek ini, bahwa sebenarnya World Wireless System adalah proyek untuk mendistribusikan daya/energi tanpa kabel (wireless power transmission) bukan sebuah transmisi komunikasi biasa.

Merasa dibohongi, pandangan Morgan terhadap Tesla pun berubah sehingga memberikan pengaruh yang buruk terhadap kelangsungan pembangunan proyek ini selanjutnya.

Suatu saat, Tesla mendatangi Morgan kembali, untuk meminta dana tentunya, namun Morgan saat itu menolaknya karna ia telah berinvestasi pada proyek transmisi komunikasi dan sudah tidak tertarik lagi dengan ide transmisi energi milik Tesla. Akibat kehilangan investor utamanya tersebut, Tesla mengalami krisis finansial terhadap proyeknya. Sampai pada 3 Juli 1903, Tesla mengirim pesan kepada Morgan, mengharapkan bantuannya:

"If I would have told you such as this before, you would have fired me out of your office. Will you help me or let my great work—almost complete—go to pots?"

“Kalau aku memberitahumu hal ini sebelumnya, kau pasti akan mengusirku dari kantormu. Maukah kau membantuku atau membiarkan pekerjaan hebatku—yang hampir selesai—gagal?” 

Sayanganya Morgan masih belum berubah pikiran, pada 14 Juli 1903 dia membalas:

"I have received your letter and in reply would say that I should not feel disposed at present to make any further advances."

“Aku telah menerima suratmu dan sebagai balasannya aku merasa belum bersedia untuk membuat kemajuan lebih lanjut”

Akhirnya pada akhir 1903, Morgan memutuskan untuk mengundurkan diri dari proyek luar biasa tersebut. Sebagai investor utama, tentu saja keputusannya untuk mengundurkan diri itu mempengaruhi investor lainnya, sehingga mereka turut menyusul keputusan tersebut. Krisis finansial yang lebih parah lagi mendatangi Tesla.

Meskipun sempat mendapat bantuan dari investor lainnya, kemalangan tetap saja, secara bertubi-tubi, menghampiri dirinya. Pada 1905, dia sempat dituntut beberapa kali karna tidak sanggup membayar hutang-hutangnya, pengadilan menjatuhkannya denda sebesar $180 dan ia membayarnya dari hasil penjualan labnya di Colorado Springs. Ditambah lagi, hak paten atas AC temuannya sudah kadaluarsa, sehingga dia tidak lagi mendapatkan royalti.

Tak sampai disitu, pada 1906 Tesla terpaksa harus meninggalkan pembangunan Wardenclyffe dikarenakan kondisi kesehatannya yang semakin parah. Dikabarkan dalam sehari dia hanya tidur selama 5 jam karna sibuk oleh pekerjaannya.

Pengadilan memenangkan Westinghouse, Church, dan Kerr & Company atas tuntutan mesin senilai $23,500 melawan Tesla, akibatnya mesin-mesin yang sudah dipasang di Wardenclyffe tersebut pun ditarik kembali. Tesla juga terpaksa menggadaikan proyek Wardenclyffe untuk membayar biaya hotelnya yang mencapai $20,000. Karna tak sanggup menebusnya, kepemilikan Wardenclyffe pun diambil alih oleh pihak pegadaian pada 1915, tepatnya oleh Waldorf-Astoria, Inc.

Kisah Wardenclyffe berakhir pada Juli 1917, menara tersebut dihancurkan sementara laboratoriumnya dibeli dan diubah menjadi pabrik kertas oleh Peerless Photos Products Inc. pada 1938.
Menara Tesla Wardenclyffe

Seandainya berhasil dibangun, apakah Wardenclyffe benar-benar dapat bekerja?

Tom Lee, seorang profesor dari Stanford University sekaligus pengagum Tesla yang juga sudah mempelajari paten dan catatan milik Tesla, berpendapat bahwa secara prinsip, Wardenclyffe memang dapat bekerja, namun hal tersebut akan menjadi sangat mengerikan dan tidak efisien.

“Salah satu masalah terbesarnya, alat tersebut tidak dapat mengarahkan daya (yang diperlukan) ke tempat yang dibutuhkan,” katanya, “(misalnya) kau ingin menyiram rumput disana, tapi kau (malah) menyiram seluruh area lainnya.”

Masalah besar selanjutnya adalah suara, “Mereka telah memilih frekuensi 10 kHz, yang mana dapat terdengar”, lanjutnya, “jadi meskipun gelombang elektromagnetiknya tidak terdengar, (tetap) akan menghasilkan gelombang suara di udara. Jadi semua orang akan mendengar dengungan yang amat keras yang dapat membuat kita semua menjadi gila dalam waktu singkat.”

Kegagalan Tesla atas Wardenclyffe bisa disimpulkan diakibatkan karna kurangnya pendanaan. Morgan yang saat itu merasa bahwa proyek ini tidak bisa memberikan keuntungan, memutuskan untuk mengundurkan diri.

Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi bila Morgan bersedia mendanai proyek Wardenclyffe sampai tuntas. Apakah manusia, mungkin, pada akhirnya memiliki sumber energi tak terbatas dari listrik yang dihasilkannya, atau mungkin menjadi bencana bagi manusia karna suara yang dihasilkannya?

Diterjemahkan dan dirangkum dari:
Sejarah: Tesla Research
Wawancara Tom Lee: Fast Company
Tambahan: Smithsonian


Tampilkan Komentar